Silaturahmi Mahasiswa Bone ” LA TENRI RUWA”

Maros, DPK KEPMI Bone Komisariat La Tenri Ruwa mengadakan Tudang Sipulung & Mappasisumpung Lolo Wija Tulang, Tema Peningkatan nilai Tradisi Bone menuju Kejayaan Organiasi.

Tujuan diadakankannya Tudang Sipulung dan Mappasisompung Lolo Wija to Bone untuk mempererat tali silaturahmi sesama wija to Bone, terkhusus yang ada di UIN Alauddin Makassar, juga sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan nilai-nilai tradisi Bugis Bone menuju kejayaan organisasi. “Kata Andi Marjuni” salah satu Pembina KEPMI Bone La Tenri Ruwa.

Saat Membawa Kota Bone ada kalimat “Bone Kota Beradat”, menunjukkan kultur dan kearifan lokal yang masih kental sampai hari ini, harus tertanam pada diri Mahasiswa Bone yang berada diperantauan, menjadi identitas dan cara hidup (jalan hidup) sehingga menghidupkan kembali -nilai kearifan lokal dimanapun berada.

Selayang Pandang, Korganisasian, Geo Politik Kampus, Bugis Perempuan, Ke-Bonean: Sejarah Lokal Wisdom dan Pengolakannya dengan Ideologi Kontemporer, Pangngadereng, Latenriruwa dari masa ke masa, dan bangun sendiri Spiritual Wisdom, menjadi piihan instruktur dan pengurus KEPMI Bone untuk menjadi materi pada kegiatan tersebut.

Mahasiswa Bugis Bone dikenal sebagai tau macca (orang jenius), matajang atinna (tercerahkan hatinya: cerdas spiritual), matanre paddissengenna (intelektual), na malebbi ‘kedo-kedona (cerdas emosional dan sosial).

Hal tersebut menjadi renungan bersama para mahasiswa Bone harus mengatualisasikan nilai kearifan lokal berbasis kebijaksanaan spiritual, pada segala linik kehidupannya, sesorang yang mampu mengolaborasikan kearifan lokal dan kebijaksanaan spiritual adalah identitas tau macca (orang jenius), “kata Muhammad asriady” salah satu narasumber juga sebagai Ketua Prodi PAI Institut Parahikma Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*