REFLEKSI SUMPAH PEMUDA “GENERASI MUDA MASA KINI dan SEBUAH KARYA”

Ahmad Sodik Fauzi
SUMPAH PEMUDA
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”
ACCnews, Jakarta (30/10/2017), Tepat pada tanggal 28 Oktober kali ini hari yang sangat bersejarah khususnya bagi Bangsa kita Indonesia, catatan Historis panjang yg tidak bisa kita lupakan, dalam sejarah perjuangan revolusioner pergerakan kaum pemuda kala itu. Sumpah pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober lebih dari seabad silam. Rumusan Sumpah Pemuda pertama Ditulis oleh “Moehammad Yamin” membuahkan perubahan gerakan perjuangan kemerdekaan dan menjadi catatan sejarah yanh penting bagi bangsa kita (Indonesia).
Momentum yang tidak pernah dilupakan oleh sosok pemuda indonesia Setiap tanggal 28 Oktober di peringati hari Sumpah Pemuda. Sebuah hari yang diperingati dalam rangka memupuk semangat kepemudaan Indonesia bahwa pemuda adalah harapan bangsa generasi penerus cita-cita kemerdekaan Indonesia. Pemuda dalam kamus besar bahasa indonesia di artikan sebagai remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa. Bisa dipahami bersama bahwa pemuda adalah merupakan bagian penting dalam negara, pemuda adalah generasi, harapan untuk negara yang sejahtera dan berkeadilan.
Sumpah Pemuda merupakan tonggak awal lahirnya  semangat juang bangsa Indonesia dan merupakan alat pemersatu bangsa ini. Para pemuda saat itu berjuang mempertaruhkan jiwa raganya demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang tertindas oleh penjajahan selama ratusan tahun. Para pemuda kemudian menyatukan diri mereka dalam tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa yang satu, yakni Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Sejak saat itulah tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda sampai sekarang. Lantas bagaimana dengan sumpah pemuda dan gerakan kaum muda di era serba digital ini?
Sumpah Pemuda seharusnya mengingatkan kita pada salah satu peristiwa sejarah yang penting bagi bangsa kita. Namun pada kenyataannya, seiring dengan berjalannya waktu, makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda khususnya bagi pelajar masa kini terasa mulai memudar. Alias kendor. Rasa kebangsaan atau nasionalisme pada sebagian besar pelajar sudah mulai memudar bahkan menghilang dari dalam diri pelajar Indonesia saat ini.
Perkembangan zaman yang tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberikan dampak negative, seperti pengaruh tigkat arus globalisasi yang menyebar luas di kalangan remaja yang semakin kekinian. Pengaruh globalisasi itu dapat dilihat pada perubahan pola pikir, teknologi, gaya berpakaian, gaya hidup dan pola perilaku pemuda yang cenderung mengikuti gaya atau tren hidup negara asing, khususnya negara-negara barat. Jika hal itu berlangsung terus-menerus, cepat atau lambat kepribadian generasi bangsa ini akan terkontaminasi oleh kebudayaan asing yang tentunya akan membuat generasi muda Indonesia melupakan jati dirinya sebagai warga Indonesia. Pengaruh globalisasi yang demikian jelas membawa dampak negative bagi perkembangan generasi muda bangsa ini yang seharusnya menjadi penerus perjuangan para pemuda Nusantara menuju kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya.
Berbagai macam pola perilaku generasi muda bangsa saat ini seperti; tawuran dan kejahatan yang terjadi di mana-mana, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, pergaulan bebas bahkan korupsi oleh pejabat-pejabat negara yang semakin meraja lela. Tentu semua perilaku tersebut tidak lagi mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang dijunjung tinggi oleh para pemuda Indonesia pada 89 tahun yang lalu. Khususunya bagi kalangan generasi muda saat ini lebih cenderung berfikir secara instan, menghalalkan segala cara. Hal ini peran keluarga dan orang tualah yang sangat berpengaruh dan sangat penting dalam meningkatkan kualitas  generasi muda saaat ini agar membentuk bibit bibit generasi muda yang berkualitas.
Bakan tidak sediit generasi muda saat ini mengetahui dengan jelas asal-usul dari peristiwa Sumpah Pemuda. Bahkan isi dari Sumpah Pemuda pun tidak banyak yang mengetahuinya. Para generasi muda Indonesia menganggap bahwa Sumpah Pemuda tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga mereka dengan mudahnya memaknai Sumpah Pemuda hanya sebatas masa lalu para pejuang. Hal ini tentu menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Padahal, masa depan Indonesia ada di tangan mereka. Mereka yang akan menentukan masa depan Indonesia di masa mendatang.
Pada hari peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita sebagai generasi muda bangsa ini diharapkan mampu meningkatkan rasa nasionalisme dan partisipasi kita dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pemuda 89 tahun yang lalu. Tidak hanya sebatas mengenang peristiwa Sumpah Pemuda ataupun memahami makna Sumpah Pemuda,sebagai seremonial saja, kita pun harus mengembangkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan kita, terutama bagi perkembangan bangsa Indonesia. Kita juga diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Pemuda ideal adalah ,mereka yang punya power penggerak, pengagas, pencipta dalam berbagai bidang keilmuan dan kehidupan. Pemerintah dalam hal ini merupakan stekholder telah memberikan berbagai program yang aktif dan produktif dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan pemuda yang mandiri, inovattif, kreatif namun sayangnya pemuda pemuda hari ini masing mengalami slow respon atau lemah dalam tindakan dan aktualisasi diri. Pemuda hari ini khususnya di indonesia masih terlalu banyak berbicara konsep dan gagasan serta kritikan, sementara yang penting sebenarnya adalah konsep dan karya yang rill.
Sadar atau tidak sadar ini merupakan cambuk bagi kita sebagai seorang pemuda Indonesia untuk menumbuhkan semangat terus berkarya, lebih produktif sehingga konsep yang kita ciptakan tidak hanya menjadi bumbu dalam ruang diskusi di warung-warung kopi saja. Saat ini kita sebagai seorang pemuda harus mampu melihat apa yang manjadi power kita dalam meningkatkan pruduktifitas dalam bernegara. Sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremoni tanpa ada sebuah pesan dan reflekleksi untuk meramu kembali apa yang menjadi cita-cita bangsa kita. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan yang lebih baik, karena pemuda Indonesia terlahir untuk menjadi agend perubahan bangsa.
Pemuda indonesia harus mampu melihat peluang dan tantangan bangsa hari ini, jika hanya duduk diam melihat keadaan, itu artinya pemuda pesimis, saatnya menjadi pemuda optimis dengan menghasilkan karya serta mengambil peran penting dalam berbagai bidang kehidupan sehingga perubahan semakin baik dan berdampak dalam kehidupan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan pemuda yang optimis semuanya di mulai dari pribadi dan kesadaran diri seseorang sebab perbaikan suatu ummat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan individu yang mempuni dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersaing, ini berarti pemuda harus sadar pentingnya pendidikan dalam rangka mewujudkan Pemuda-Pemudi yang cerdas dan mandiri . Saatnya menciptkan karya yang inovatif untuk sebuah bangsa yang besar. Salam sumpah Pemuda .
Oleh : Ahmad Sodik Fauzi (kader PMII STISNU Kota Tangerang)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*