Tentang “Pribumi” di Era Modern

Gubernur Baru DKI Jakarta Anies Baswedan

ACCnews, Jakarta (02/11/2017), Pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta Periode 2017-2022, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyampaikan orasi politik di hadapan simpatisan dan pendukungnya yang menyemut di Balai Kota. Tidak ada yang baru dari rangkaian kata dan kalimat dari kedua figur pilihan rakyat DKI tersebut. Selain ungkapan yang terkesan “menggelitik” saat Anies menyinggung tentang kata “pribumi” dalam batang tubuh pidatonya.

Tentu saja, kata “pribumi” tidak sekedar entitas budaya, tapi juga politik. Kata tersebut pernah sangat memiliki makna heroik di zaman perjuangan dan revolusi kemerdekaan. Hingga kembali didawai-dawai setiap momentum perlawanan yang memuat unsur-unsur diskrminasi. Tidak ada alasan untuk meriuhkan kata tersebut, sampai pada saat-saat setelahnya publik membincangnya dengan hangat. Tidak hanya di warung kopi, bahkan merambah ke media maya. Opini pun berseliweran di status-status facebook dan twitter. Selain mengamini, tidak sedikit yang sinis dengan ungkapan “pribumi” ala Anies tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*