KRISTENISASI DI YAMAN

Yemeni outspoken Islamist cleric Sheikh Abdul Majid al-Zandani speaks at a Medical Conference in Sanaa on April 11, 2008. Al-Zandani claims that his latest medical discovery could cure HIV/AIDS after testing the medication with nine infected patients in Yemen. AFP Photo/KHALED FAZAA (Photo credit should read KHALED FAZAA/AFP/Getty Images)

ACCnews-Pada tahun 1992 sebuah kasus telah mengoncang masyarakat Yaman, dimana dua orang warganya merobek-robek Al-Qur’an dan melemparkannya ke dalam wc sebuah masjid. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa mereka murtad dan memeluk agama Nasrani melalui orang ketiga yang juga mengaku murtad dan memeluk agama Nasrani setelah membaca kitab Injil. Dari pengembangan penyelidikan terungkaplah tokoh utama gerakan kristenisasi di Yaman, yaitu seorang dokter berkebangsaan asing yang bekerja di sebuah rumah sakit wilayah Jiblah.

Pada tahun sebelumnya seorang warga Somalia yang tinggal di Aden sebagai pengungsi karena peperangan saudara yang terjadi negerinya, memeluk Nasrani melalui seorang pendeta yang bekerja di kota itu. Pihak imigran kemudian mencabut surat izin tinggalnya dan membawa kasusnya ke pengadilan. Namun kasusnya ditutup karena yang bersangkutan diasingkan ke Erofa setelah mendapatkan izin tinggal sebagai pengungsi atas upaya seorang pendeta.

Pada pertengahan bulan April lalu pihak kepolisian menangkap seorang berkewargaan Inggris yang geraknya mencurigai. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa warga negara Jerman tersebut telah tinggal di yaman secara ilegal dan melakukan gerakan kristenisasi.

Dimulai sejak pertengahan abad lalu

Pengadilan kasus warga negara Jerman itu bukanlah akhir dari rangkaian gerakan kristenisai yang sangat luas yang telah berjalan semenjak pertengahan abad lalu.

Bukti-bukti menunjukan bahwa gerakan kristenisasi sacara terorganisir di Yaman di mulai di kota Aden Yaman selatan pada tahun limapuluhan abad lalu. Sedangkan Yaman utara dulu, dimulai sekitar tahun 1970 melalui sebuah organisasi yang didirikan seorang misionaris tahun 1951. Organisasi ini merupakan perkumpulan orang-orang Nasrani yang datang ke negara-negara Islam sebagai pekerja di beberapa bidang, seperti; kedokteran, pendidikan, perawatan. Simbol organisasi ini “Islam harus mendengar kami” dengan tujuan penyebaran kita-kitab injil. Mereka memperoleh dukungan gereja-gereja dan beberapa organisasi bantuan Nasrani. Mereka juga bekerja mengawasi beberapa proyek pembangunan di beberapa negara Asia dan Afrika.

Gerakan kristenisasi di yaman bekerja melalui geraja-geraja, rumah-rumah sakit, lembaga-lembaga yang memiliki kepudulian terhadap kemanusian, masalah anak, ibu, lingkungan, pengajaran bahasa, pengiriman pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, dan wisata, baik di tengah masyarakat yaman sendiri maupun di tengah kaum pengungsi yang kebanyakan dari Somalia. Terdapat lebih dari 150.000 pengungsi asal Somalia di Yaman, dan inilah yang membuka gerakan kristenisasi melakukan aktifiatasnya dalam sekala luas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*