SAFARI DAKWAH DI THAILAND

ACCnews-Umat Islam di Thailand merupakan umat yang minoritas jumlah penganutnya dibandingkan dengan agama lain. Dengan demikian, tantangan dakwah yang dihadapi pun cukup berat. Salah seorang responden Dakwah, A.Shafwan Nawawi, mendapat kesempatan melakukan safari dakwah ke Thailand bersama 9 da’i dari Ahda Sabila dalam tempo selama 10 hari.

Sasaran safari ke Thailand ini sendiri adalah untuk menyaksikan langsung bagaimana para da’i di sana berdakwah kepada masyarakat non muslim di pedalaman dan bagaimana pula berdakwah terhadap non muslim terpelajar di kota-kota. Harapannya, pengalaman ini dapat dijadikan pelajaran untuk diterapkan di daerah-daerah tertinggal, seperti Mentawai. Berikut ini petikan hasil liputan beliau.

Pesantren dan Lembaga Islam di Thailand

Tempat pertama safari dakwah yang kami kunjungi adalah Ma’had atau pesantren al-Islam al-Namuzajiy yang terletak di wilayah Selatan Pattani. Kurang lebih 300 pesantren berada di daerah ini. Setiap tahunnya, ma’had ini mengirimkan 10 orang alumninya ke Timur Tengah. Hal ini dapat terlaksana karena mereka telah membangun hubungan baik dengan negara-negara Timur Tengah. Yang menarik pada Ma’had ini, yaitu santrinya sengaja dibatasi agar santri tersebut dapat berkualitas dan didukung pula dengan kurikulum yang dibangun dalam bingkai ilmu pengetahuan yang Islami. Tentu saja dengan prasarana pendidikan yang memadai.

Selanjutnya kami mengunjungi lembaga yang mengundang kami, yaitu Jamiyyat Dakwah al-Islamiyah. Lembaga ini didirikan pada tahun 1995. Cukup banyak program kerja yang mereka lakukan. Pertama, mengkader dan mengkoordinir program dakwah untuk umat Islam dan non muslim. Caranya pun cukup unik, yaitu dengan mengirim rombongan da’i ke pasar, tempat rekreasi , ke pedalaman atau ke mana saja di wilayah berbasis non-muslim. Kedua, pelayanan para muallaf dalam bentuk pendidikan nonformal ataupun informal. Ketiga, membuka peluang kerjasama bisnis kecilkecilan yang saling menguntungkan. Keempat, melalui sarana internet, highnet, dan website dalam empat bahasa, yaitu Thai, melayu, Inggris, dan Arab. Melalui sarana ini diharapkan dapat menjembatani informasi dakwah dan pendidikan baik dalam maupun luar negeri. Juga dengan menerbitkan buklet dan brosur dakwah serta segala keperluan administratif bagi para muallaf Kelima, menyedakan pertemuan dengan berbagai organisasi dakwah yang lain dalam bentuk seminar, lokakarya, dan mudzakarah. Kesemuanya bertujuan penyelarasan-penyelarasan kepentingan dan misi dakwah.

Hal yang menarik dalam gerakan dakwah di Thailand, yaitu jangan sampai kegiatan-kegiatan dakwah yang dilakukan berbau politik. Sampai-sampai rombongan ini pun dianjurkan agar tidak memakai batik. Karena secara simbolis batik adalah orang Indonesia, sedangkan Indonesia dimata Thailand adalah negara bergejolak. Dan ini berbahaya jika di bawa-bawa ke Thailand.

Profil DA’I Muslim Thailand

Untuk mengenal profit Da’i muslim Thailand, baik di wilayah basis muslim Pattani maupun di tengah wilayah Budhis/ non Islam dapat di lihat dari dua sisi, yaitu sisi lahiriyah dan sisi kepribadian atau gaya hidup.

Dari aspek lahiriyah dapat dilihat dari pakaian yang dipakainya. Pakaian tersebut antara lain pakaian tob, yaitu pa kaian harian orang Arab dan umumnya berwarna putih plus peci putih. Adakalanya dilengkapi dengan selendang putih atau selendang kotak-kotak kecil merah putih. Minimal sekali berbaju koko dan berpeci putih. Pakaian lahiriyah lain adalah memelihara jenggot dan jambang, mereka tidak mempermasalahkan rambut yang agak panjang.

Dari sisi kepribadian yang paling menonjol adalah kesederhanaan. Kesederhanaan itu dilihat dari kerendahan hati dalam pergaulan, kesediaan didudukkan di mana saja, tidur di mana saja dan kerja apa saja. Kesederhanaan mereka juga terlihat pada rumah yang mereka tempati. Mereka biasa shalat di masjid. IN bukan berarti mereka miskin. Minimal masingmasing punya satu mobil. Anak-anak mereka yang sudah selesai SMU/Aliyah dikirim ke luar negeri dengan biaya sendiri. Bahkan ada pula yang memiliki perusahaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*