As’adiyah Perlu Mengubah Paradigma dan Struktur Kepengurusan

ACCnews, Balikpapan (12/11/2017), Muktamar As’adiyah ke XIV yang digelar di Kota Balikpapan Kalimantan Timur kali ini diharapkan menjadi momentun untuk perbaikan tata kelola Pesantren yang makin baik dalam struktur maupun pola kepemimpinan.

Dari segi struktur, format yang selama ini dipakai dianggap perlu untuk direview untuk menyesuaikan dengan tuntutan modernisasi organisasi. Agar efektif dan lincah dalam bergerak, sebaikanya dibentuk kepengurusan dua Majelis; Majelis Syuriah dan Tanfidziah. Majelis Syuriah merupakan pimpinan tertinggi dan diisi oleh para kiyai senior, sedangkan Tanfidziah adalah pengurus yang akan mengeksekusi percepatan pembangunan dan implementasi program.

Kriteria ketua Majelis Syuriah tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa yang layak memimpinnya adalah Anregurutta yang paling Senior saat ini. Sedangkan Majelis Tanfidziah perlu diberikan kriteria yang jelas sehingga melahirkan figur yang mampu mempercepat pengembangan dan pembangunan As’adiyah ke depan.

Kriteria yang cocok untuk memimpin Tanfidziah setidaknya harus memenuhi empat kriteria. Pertama, kriteria ideologis. Pimpinan Tanfidziah harus mempunyai pemahaman keagamaan Ahlusunnah Waljamaah yang sudah diwariskan oleh para Mahaguru (Anregurutta) sejak berdirinya As’adiyah.

Kedua, harus memiliki khazanah keilmuan pesantren yang kuat. Ketiga, memiliki kemampuan manegerial dan leadership yang kuat. Keempat, tentunya harus berdomisili di Sengkang tetapi mempunyai wawasan nasional dan global.

Dengan adanya perubahan struktur dan paradigma yang dicapai dalam Muktamar ini diharapkan terjadi perubahan dan perkembangan pesat As’adiyah, baik pusan maupun di semua cabang.

Ketua Ikakas Jakarta
Mulawarman Hannase

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*