Rindu ini Membunuhku dan Membunuhmu

"Tiada kerinduan selain Rindu kepada Allah SWT, tiada Cinta selain Cinta kepada-Nya " Jika aku mencintaimu karena surga-Mu maka masukkan aku dalam neraka-Mu, karena cintaku hanya kepada-Mu (Rabi'ah Adhawyah; Feminism of Sufi)

ACCnews, Artikel, Rindu memiliki 2 arti. Rindu adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Rindu memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga rindu dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. (Apakata.com)

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang terus berintraksi untuk memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat. Namun Manusia memiliki sisi yang berbeda, unik yang tidak dimiliki makhluk lain. pada umumnya Manusia memiliki hati untuk merasa. sebuah perasaan bernama rindu. Rindu bisa muncul pada setiap waktu, bahkan mengikuti irama detak jantung. Rindu manusia untuk apapun dan siapapun. Tentu saja manusia yang memahami tindakan hatinya/perasaannya akan memahami bahwa rindu adalah hal fitrah dan normal yang akan dimiliki. Rindu biasanya dikesankan kepada seseorang yang dicintai atau dimiliki perasaan tertentu. Cinta memang tak bisa dipaksakan, namun bagaimana jika rindu datang melanda bagaikan badai?..

nah, oleh sebab itu sebagai manusia yang sempurnah harus pandai memainkan Perasaannya. rindu tentunya adalah perasaan yang harus dikelola sebagaimana mengelola perasaan sedih menjadi bahagia. Susah menjadi senang, galau menuju move on. Itu semua tergantung bagaimana Hati mampu memainkan perasannya.

Terkadang Perasaan rindu sendiri bisa muncul begitu saja, karena ada memori yang menyimpan setiap data ketika bersamanya. Rindu tingkat yang normal yang berarti masih bisa dikendalikan dan akan terlupakan pada sendirinya ketika tidak teringat dan tidak sampai pada perasaan emosional yang berlebih. Akan tetapi, rindu abnormal bisa muncul dan bisa pada emosional yang berlebih.

Kerinduan terhadap sesuatu akan muncul jika kita memiliki satu ikatan emosional atau pengalaman yang benar-benar membekas pada suatu hal sehingga ketika kehilangan atau tidak menemukan sesuatu dengan hal tersebut, akan merasa kehilangan. Bahkan seluruh tubuh ikut lemes dan susah beraktifitas. Kerinduan yang tinggi akan muncul jika kita memiliki intensitas yang tinggi terhadap sesuatu itu. Jika tidak, maka kerinduan tersebut akan dirasakan biasa saja. Olehnya Itu, Manusia Jangan sampai masuk pada Tahap kerinduan yang tidak bisa dikendalikan, karena pasti akan berakibat fatal. Jadilah manusia tangguh yang hanya menyisakan kerinduan kepada Sang Pencipta, Allah SWT. (MB/Mbk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*