Fungsi BIN dipertanyakan, KOPRI PKC PMII Banten Angkat bicara

Febi Yuwanita. KOPRI PKC PMII Banten

ACCnews, Jakarta (19/02/2018), Masyarakat risau dan cukup prihatin dengan fenomena konflik yang akhir-akhir ini baru saja terjadi. Ustadz diserang orang gila (mengaku gila) dan gereja kerap menjadi target kekacauan yg terjadi. Kenapa konflik horizontal atas nama primordial (agama) kerap terjadi di Negeri yang kita cintai ini.

Agama yang seharusnya membawa kedamaian, memutus tali kekerasan. Prinsip ketuhanan, hendaknya kita bertuhan menurut petunjuk tuhan sendiri (masing-masing), Islam dengan Tuhannya, Budha dengan Tuhannya, Kristen dengan Tuhannya, Hindu dengan Tuhannya, Protestan dengan Tuhannya. Beragama dengan berkeadaban saling menghormati satu sama lain.

Mengapa issue agama kerap digunakan dalam politisi merebut kekuasaan, menciptakan distabilitas Negeri kita, merosotnya spirit ke-Indonesiaan dan robohnya NKRI yang seharusnya kita jaga bersama-sama.

Tentu ini bukan fenomena pertandingan ideologi, kita juga tak bisa menduga-duga siapa dalang dibalik ini semua, bisa jadi penguasa atau kaum feodal, yang dengan sengaja berkepentingan merusak dan menghancurkan Negeri kita, atau siapa?

Entahlah.. padahal jika sudah seserius ini, fungsi BIN dipertanyakan. Dimana posisi BIN yang dalam hal ini harus hadir, sigap dan memberi keterangan terhadap rakyat. Karna kita juga tidak bisa berharap banyak dari kinerja Aparat penegak hukum. (MB/Hd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*