DOA KHUSUS BUAT MENPORA PADA DIALOG AWAL TAHUN, BERSAMA SANTRI TASIKMALAYA

ACCNews, Tasikmalaya – Mengawali Tahun 2019 Sesdep Pengembangan Pemuda Kemenpora RI mendapatkan undangan khusus oleh KH. Ate Mushodiq Bahrum Ketua PCNU Kota Tasikmalaya juga Pimpinan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin untuk mengisi Dialog Awal Tahun. Sabtu, 05 Januari 2019.

Dialog Awal Tahun ini dilaksanakan di Aula Ponpes Rodhotul Muta’allimin Cilendek, Kota Tasikmalaya dengan tema “Tantangan Santri Dalam menghadapi era millenial”

KH. Ate Mushodiq berharap Santri dapat mengambil Hikmah dan Ibrah dari pertemuan ini, Santri hari ini adalah Santri Millenial. makanya butuh wawasan yang luas mengenai kepemudaan hari ini. Semoga Hadirnya Pak H. Amar dari Kemenpora mampu memberikan spirit dan motivasi untuk santri dan Santriwati Cilendek.

Kh. Ate juga mengirimkan doa Khusus kepada Menpora H. Imam Nahwori, Semoga dapat mengembang amanah yang jauh lebih baik lagi, semoga beliau jadi Presiden suatu hari nanti”

H. Amar Ahmad mengawali materinya dengan mengirimkan Tawassul kepada Rasulullah dan seluruh pendiri Ponpes, dan mengajak seluruh santri untuk mengirimkan Surah al-Fatihah kepada Kedua orangtua.

Mengutip Qs. Al-Hujurat ayat 6 “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” Amar mengingatkan kepada seluruh santri untuk jangan menyebar berita sebelum periksa dengan teliti.

Ungkapnya “Menjadi seorang santri itu adalah menjaga pandangan, menjaga amanah, menundukkan kepala, senantiasa Rendah diri. Santri adalah pejuang negara, pembesar dan pembela agama. jika ada yang memandang sebelah mata itulah orang orang yang gagal paham. Tunjukkan pada dunia bahwa Santri mampu menjadi pemimpin bagi negara bahkan dunia sekalipun.

Lanjut Amar menyatakan Untuk menghadapi kemajuan zaman santri harus memahami era globalisasi agar dapat mengetahui pesatnya kemajuan zaman. harus menjadi contoh teladan, menjaga akhlak, menjadi sumber berita yang benar dan terpercaya di era millenial ini.

“Masa depan di tangan kalian. Pakai peci dan sarungan bukan berarti santri dipandang sebelah mata. tapi Santri ini akan menjadi orang yang mulia dengan cara tunjukkan integritasnya. Amalkan ilmunya. Insya Allah sukses. Yang mengisi perlement adalah Santri, mengisi pemerintahan adalah santri bahkan jadi presiden adalah santri. Tutup Amar Ahmad. (MBK)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*