Suara Susiyani Korban Tsunami Selat Sunda Untuk Pemerintah

ACCNews, Banten, Pelajar tingkat Sekolah Dasar, Bernama Susiyani salah satu dari sekian banyak korban tsunami Selat Sunda butuh perlengkapan sekolah. Sejumlah korban tersebut berada di daerah Kecamatan labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rabu, (10/01/19).

“Kami warga labuan setelah kejadian Tsunami dari masuk sekolah sampai sekarang tanpa memakai baju seragam dan buku karena hilang diterjang tsunami,” kami mohon untuk Bapak pemangku kekuasaan lihat, tengoklah kami disini yang sedang membutuhkan Bantuan. “kata Susiyani, salah satu siswa SDN Di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Meski tidak memakai seragam, pihak sekolah memperbolehkan anak-anak korban tsunami mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruangan, bahkan di antaranya terdapat pelajar yang menggunakan sandal.

Masyarakat Labuan masuk kategori wilayah terparah diterjang gelombang tsunami, pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Sebab, perkampungan mereka cukup berdekatan dengan pesisir Pantai Labuan.

Kami tidak bisa belajar dengan semestinya ratusan rumah kami dalam kondisi rusak berat dan sedang buku-buku dan seragam kami lenyap. “Kami berharap bantuan pakaian seragam, sepatu dan buku dapat direalisasikan untuk kami” jelas Susiyani”.

Sementara Samsul, seorang warga di Kecamatan Labuhan, mengatakan,
hingga kini keadaan belum normal karena masih ada banyak siswa yang tinggal di pengungsian.

Mereka pelajar yang belum masuk sekolah cukup banyak, karena rumahnya hancur diterjang tsunami. Selain itu juga mereka membutuhkan pakaian seragam, sepatu dan buku serta alat tulis lainya.

“Sebab. peralatan sekolah itu hilang dan rusak akibat lumpur tsunami. Jumlah pelajar di sini sekitar, 200 siswa dan diperkirakan baru mencapai 60 persen siswa yang mengikuti KBM.
Kami berharap siswa dapat bantuan seragam, buku dan sepatu,” ungkap Samsul. (Shodiq)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*