Kemenpora Sambut Peserta JENESYS 2019

ACCNews, Jakarta-Sosial Media menjadi salah satu penentu persepsi dan bahkan perilaku publik, banyak anak muda saat ini menjadikan para selebriti media sosial sebagai idola, mengikuti postingan-postingannya, bahkan menjadikannya sebagai role model.

Selain itu banyak sekali informasi-informasi di media sosial yang mempengaruhi generasi muda ke hal yang cenderung negatif, oleh sebab itu dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk “memutihkan” media sosial guna mengimbangi konten-konten yang menyimpang.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam sambutannya dalam reentry peserta JENESYS 2019 Inbound 25th Batch Country: Indonesia (Culture) Japanese Language Communication, Japanese Culture Exchange hari Selasa 12 Maret 2019 di Wisma Hotel Ambhara Jakarta Selatan.

“Pastikan bahwa semua nilai-nilai universal yang positif yang diperoleh dari Jepang, jika sesuai dengan konteks Indonesia, agar minimal diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, atau lebih jauh lagi dikampanyekan untuk diikuti melalui berbagai media yang tersedia maupun dalam interaksi keseharian di lingkungan masing-masing,”  pesan Deputi Pengembangan Pemuda mengakhiri arahannya.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 pemuda dari Indonesia yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi dan asal daerah yang telah lulus mengikuti seleksi.

Para peserta berada di Jepang sejak 5 Maret hingga 12 Maret 2019. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seminar, workshop, diskusi, pertukaran budaya, kunjungan keberbagai instansi pemerintah dan tempat-tempat bersejarah Jepang, program Home Staydi Akuba Village.

Dalam laporannya, Asisten Deputi Bidang Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Drs. Wisler Manalu, MM menyampaikan bahwa 22 peserta JENESYS 2019 ini sudah mengikuti semua program JENESYS di Jepang dengan baik, semua peserta dalam kondisi sehat, dan sudah siap kembali ke tempat asal masing-masing. (Mbk/tkd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*