BAGAIMANA SIH KULIAH KEPERAWATAN ITU??

ACCnews, Makassar (19/11/2017), Meski begitu terkadang kita memiliki alur perjalanan hidup yang hampir sama ketika menjalani hal yang sama pula, alur yang sama ini biasanya dipengaruhi oleh sistem, aturan, kebijakan atau peraturan-peraturan yang mengikat.Begitu pula dengan alur hidup yang akan dijalani mahasiswa keperawatan, meski pada proses dan hasilnya bisa berbeda namun ada jalur yang sama yang akan dilewati oleh mahasiswa keperawatan. Ada yang melewati jalur dengan mudah, ada pula yang melewati jalur dengan susah payah bahkan terseok-seok. Saya yang pernah melewati jalur itu harus bilang itu tidak mudah.

Kuliah Keperawatan, Kita mulai dengan bagaimana sih kuliah keperawatan itu? Pendidikan keperawatan itu terdiri dari pendidikan Diploma 3 (D3) Keperawatan, S1 Keperawatan, Profesi Ners, S2 Keperawatan, S2 Spesialis Keperawatan. Sebelumnya pernah ada Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) namun dihapuskan oleh Kementerian Kesehatan (KEMENKES) pada tahun 1999 dan semua SPK dikonversi ke Akademi Keperawatan (D3). Adapun sekarang ini banyak Sekolah menengah kejuruan Kesehatan (SMK Kesehatan) sebenarnya bukanlah tingkatan dari sekolah keperawatan, karena siswa yang lulus dari SMK Keperawatan tidak bisa disebut sebagai perawat.Untuk melanjutkan kuliah sudah pasti harus lulus SMA dulu, ada dua pilihan. Bisa kuliah Diploma atau kuliah sarjana. Dilemanya begini, kalau kuliah D3 Keperawatan setelah lulus langsung bisa kerja tapi mentok sebagai perawat pelaksana, untuk naik jabatan harus lanjut kuliah S1, biasanya disebut jalur konversi (Bergelar D3 lanjut S1, kuliah 3 semester). Kalau langsung kuliah S1 itu membutuhkan waktu 4 tahun, kalau kuliah D3 dulu kemudian lanjut S1 itu butuh waktu 4,5 tahun. Yah kalau begitu kenapa tidak langsung kuliah S1 Keperawatan saja ?Sayangnya gelar S1 Keperawatan tidak bisa digunakan melamar pekerjaan, jika itu berhubungan dengan pasien (kasarnya tidak boleh menyentuh pasien). Paling mentok kerja di kefarmasian bagias sales representative, atau kerja sebagai staf bagian administrasi di rumah sakit. Membingungkan memang, D3 Keperawatan boleh menyentuh pasien, eh justru sarjana keperawatan (yang tingkatannya lebih tinggi) justru tidak boleh menyentuh pasien. Untuk bisa menggunakan gelar S1 bekerja harus dilengkapi dengan Gelar Ners.Ners adalah gelar profesi bagi keperawatan (sama seperti gelar profesi dokter untuk kedokteran), ners bisa dilanjutkan jika telah menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan. Kuliah 4 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana ditambah 1 tahun Praktek (Kuliah di lahan praktek) untuk mendapatkan gelar Ners.Kalau diawali dengan kuliah D3 berarti butuh waktu 5,5 tahun untuk mencapai gelar ners, tentu saja kalau kuliahnya tidak ada masalah atau langsung melanjutkan kuliah tanpa putus. Kalau lulus SMA langsung kuliah sarjana itu butuh waktu 5 tahun untuk mendapatkan gelar Ners.

Biaya Kuliah, Pendidikan sekarang ini memang bukan barang murah, terutama di keperawatan. Makassar pada khususnya, untuk kuliah keperawatan itu kisaran antara 2,5 sampai 3,5 juta per semesternya (SPP). Itu belum menghitung sumbangan pembangunan (SP), belum termasuk biaya praktek (beberapa institusi memisahkan biaya kuliah dan biaya praktek, SPP hanya diperuntukkan untuk perkuliahan di kampus). Belum lagi buku penunjang kuliah yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kalau kuliah sarjana selama 4 (empat) tahun itu berarti 8 (delapan) semester, kita seragamkan, misalkan SPP kita ambil Rp. 3.000.000, berarti dibutuhkan Rp. 24.000.000 sampai selesai. Sumbangan pembangunan diperkiran Rp. 4.000.000, biaya buku diperkirakan minimal Rp. 2.000.000 per 2 semester berarti Rp. 8.000.000. Biaya praktek rata-rata Rp. 500.000 per praktek, jika praktek 9 kali akan berjumlah Rp. 4.500.000. Total sebanyak Rp. 40.500.000 Itu baru tahap sarjana keperawatan, kalau mau lanjut Ners beda lagi biayanya. Profesi Ners hanya berlangsung 2 semester, namun biaya yang dibutuhkan besar karena pelaksanaannya di lahan praktek. Rata-rata (menurut beberapa institusi keperawatan di Makassar) harus merogoh kocek hingga Rp. 20.000.000. Biaya kuliah sarjana ditambahkan biaya kuliah ners mencapai Rp. 60.500.000.
Hitung-hitungan biaya di atas adalah perkiraan saya sendiri, dasarnya adalah pembiayaan di beberapa insituti yang ada di Makassar. Kemungkinan jumlahnya lebih besar, tapi saya yakin hanya kemungkinan kecil lebih sedikit. Itupun mengabaikan biaya yang lain seperti biaya hidup sehari-hari, pelatihan, sewa kost, transportasi dan lain-lain.

Penulis : Febryanti Ramadhani

Editor: Ahmad

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*