Kenapa Harus Memilih Aku..? Pantaskah

"Jika memilihku membuatmu berat, maka ijinkan aku memilihmu. Karena aku yakin Tuhanku ada dalam dirimu" (Rab ne Banadi Jhodi)

ACCnews, Artikel Islam, Memilih dan dipilih adalah ketentuan yang sudah diatur oleh Allah swt. Tapi bukan berarti tidak ada campur tangan manusia. Tuhan menetapkan pilihan tersebut karena merupakan cerminan dari setiap tindakan manusia. Manusia asalah penentu terhadap segala pemberian Tuhan. Meskipun tidaklah mudah, namun kita harus percaya seperti apa yang di sebutkan dalam Qs. An-Nur Ayat 26.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

” Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

Pertanyaanya adalah, Kenapa harus memilih atau apakah pantas kita dipilih?, Kedua pertanyaan ini dikembalikan kepada diri sendiri dan bertanya “siapa saya”, kenapa saya harus memilih sementara saya belum pantas untuk dipilih.

Proses memilih dan dipilih yang terbesar adalah Menikah. Melepas masa lajang/perawan menuju mahligai rumah tangga, hidup berdua, bahagia dan susah bersama. Menikah adalah proses memilih dan dipilih yang terakhir. Namun kita harus memahami pernikahan yang seperti apa dan bagaimana?

Pernikahan yang benar dalam ajaran islam adalah pernikahan yang sudah melalui ijab qabul dan disaksikan oleh wali-nya. Jadi itu merupakan cara halal bagi kedua mempelai pria dan wanita untuk menyalurkan nafsu syahwat. Selain itu dengan pernikahan yang halal pula kedua pasangan bisa dikatakan telah mampu menjaga kehormatan diri dan juga mampu menjalankan syariat-syariat islam.

Pernikahan merupakan susuatu yang di ajarkan dan di contohkan oleh Rasulullah. Adapun pernikahan sendiri memang harus segera dilakukan oleh semua manusia bagi mereka yang sudah mampu. Karena seperti yang kita tahu bahwa dengan adanya pernikahan sendiri diharapkan bisa tercipta sebuah keluarga yang sakinah, mewadah dan warahmah. Dengan kata lain keluarga yang kita jalani bisa tercipta rasa damai, tenteram dan selalu bahagia. Sementara untuk proses agar bisa melangkah ke sana dalam ajaran islam dikenal dengan istilah ta’aruf.

seperti dikutip dalam artikel “Konsep memilih jodoh dalam islam” maka ditemukan Kriteria dan Cara Memilih Jodoh Menurut Islam Untuk Laki-laki

Allah telah berfirman yang artinya:

“Maka, nikahilah perempuan yang kamu senangi dua, tiga atau tempat. Tetapi jika kamu khawatir tidak berlaku adil, maka (nikahilan) seorang saja.“(QS An-Nisa’ 4:3)

Selain itu, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam juga telah bersabda yang artinya:

“Menikahlah dengan perempuan subur dan disenangi. Karena aku ingin (membanggakan) banyaknya umatku (pada Nabi-nabi lain) di hari kiamat.” (Hadits sahih riwayat Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Majah)

Jelas bahwa dalam memilih pasangan hidup sebaiknya kita sebagai seorang laki-laki harus melihat beberapa kriteria berikut :

1. Berakhlak dan Berpendidikan baik

Maksudnya cara memilih jodoh menurut islam di sini adalah perempuan yang solehah. Jadi perempuan yang solehah tepat untuk di jadikan seorang istri terlebih jika juga memiliki pendidikan agama yang baik. Karena secara umum wanita yang mengerti agama maka dia juga pasti mampu dan bisa memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika sudah menikah kelak.

2. Penyayang

Penyayang di sini adalah wanita yang mempunyai sifat penuh cinta yang mana membuat laki-laki kagum terhadapnya. Selain sifat sebenarnya juga harus berbudi mulia, maksudnya bisa menjaga perkataan dan perbuatannya.

3. Sehat Jasmani dan Rohani

Hal ini termasuk penting mengapa? Karena dengan kita menikahi wanita yang bisa melahirkan maka kita bisa mendapatkan keturunan yang mana nanti bisa meneruskan dakwah kita dan berguna bagi agama.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam telah bersabda yang artinya:

“kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak …” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Demikianlah, semoga kita termasuk orang yang pantas untuk dipilih. Wallaahu a’lam Bishowab (MB/MBK)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*