KEBEBASAN YANG TERUKUR

Idnan A. Idris

ACCnews, Artikel Islam-Kebebasan! rasa-rasanya kita tak mengenal bahkan tak diajarkan kebebasan sebagai stigma kebablasan; berucap juga bertindak. Dan tentunya kebebasan yang dianut negeri-negeri lain seperti negeri barat berbeda dengan kebebasan ala adat melayu kita. Jika kebebasan diartikan liar, bisa saja si J karena merasa bebas ia mengolok-olok si O, dan si I bebas menggolok (membunuh) si J, si G pun bebas melecehkan si E dan seterusnya. Maka yang tercipta ialah ‘peradaban binatang’ kesemrawutan sosial -massal-..

Dalam negara ber-agama kita mengenal norma-norma budi luhur. Setiap orang, apapun agama dan budayanya, haruslah dihormati dan dihargai, sehingga seandainya pelecehan tersebut tertuju pada satu objek, misalnya kepada Islam dan Nabi Muhammad saw, maka semua yang berbudaya apapun agamanya harus tampil mengecam sikap tersebut sebagai wujud rasa memiliki satu sama lainnya. Ini sejalan dengan QS. Al-An’am [6] 108, yang melarang menghina dan melecehkan sembahan-sembahan kaum musyrik sekalipun,

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ -١٠٨-

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami Jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan Memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan”

Demikian pula sindiran Al-Quran berikutnya pada penggalan Surah al-Maidah ayat 8; “..dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” Kebencian itu ialah sesuatu yang memang banyak yang susah move on darinya, kenapa? karena terkadang kita tak mau membuka mata untuk menerima.

By the way.. jadi terkait kebebasan berekspresi, itu ada aturan mainnya, sebagaimana kamu bebas suka seseorang tapi tak bebas memilikinya karena ia sudah jadi milik sah orang lain (hehe hanya anekdot). Jangan lupa menertawakan diri kita (yang mungkin begitu polos atau dangkal) ^_^ , juga tak lupa banyak menangisi dosa-dosa kita.

Dikutip di Akun FB Muhammad Idnan Idris

________
– Lulusan Faculty Islamic of Theology Institut PTIQ Jakarta,
– Ketua Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) DKI Jakarta,
Media and Public Relations Division

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*