DIALOG AWAL TAHUN, INI HARAPAN SESDEP PENGEMBANGAN PEMUDA KEMENPORA RI

Makassar, 08/01/2019, Dalam Rangka menyambut Tahun baru 2019, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan melaksanakan Kegiatan dalam Rangka ajang Silaturahim dan Dialog Awal Tahun bersama H. Amar Ahmad, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI. digedung NU Sul-Sel Universitas Islam Makassar.

Acara ini dihadiri oleh komisariat PMII Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Komisariat Universitas Islam Makassar.

“memasuki tahun 2019 ini, perlu ada terobosan dan perhatian kepada pemuda dalam menghadapi Tantangan zaman. Era Globalisasi atau era millenial adalah tantangan terberat bagi pemuda” tutur Muh. Rezky Ketua Umum PC. PMII GOWA

Ungkapnya “Kanda Sahabat Amar Ahmad hadir ditengah kesibukannya bersama sahabat-sahabat, untuk memberikan bekal bagaimana menjadi pemuda yang mampu bersaing di era millenial, dan tentunya bermanfaat”

Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kemahasiswaan UIM Abd. Rahim Mas. P. Sanjata berpesan bahwa dalam berlembaga harus ada perhatian, sehingga mampu menunjukkan kebermanfaatannya. Ada 3 hal yang harus dimiliki lembaga untuk tetap eksis dan bertahan, yaitu Dimensi Identitas menyangkut Jati diri dan pandangan, Dimensi Realitas menyangkut kemashlahatan, dan Dimensi fleksibilitas menyangkut Konsistensi.

Sementara Amar Ahmad memulai materinya dengan nilai perjuangan dalam berlembaga. “jangan mengharapkan Sesuatu dalam berorganisasi, nikmati prosesnya, niat tulus ikhlas akan menjawab hasilnya, Proses tidak akan pernah menghianati Hasil. Tunjukkan Kreatifitasnya, saya yakin Slogan Zikir, Fikir dan Amal Shaleh adalah senjata yang ampuh dalam menjaga tradisi lembaga ini” ungkapnya

Lanjut, Amar mengingatkan kepada seluruh peserta pentingnya perhatian membaca. Namun, lebih penting lagi membaca berita-berita yang sesuai dengan realita. Karena sumber kebohongan terbesar diera millenial ini adalah penyebaran berita yang tidak valid demi kepentingan individu maupun Golongan. Budaya hoakx sudah beredar dimana-mana. Disitulah pentingnya membaca berita yang benar.”

Amar juga mengingatkan bahwa Diera millenial ini juga, harus tetap menunjukkan spirit kepemudaan, jangan hanya asal teriak tanpa makna,

Tuturnya “seorang Bung Karno mampu mengguncangkan dunia hanya dengan teriakannya, begitupula Pidato bung Tomo mampu menumbuhkan spirit kemerdekaan kepada pemuda surabaya waktu itu.

“Pemuda hari ini butuh spirit seperti itu. Sekarang berperan bukan melawan penjajah tapi melawan cyber crime. Disinilah potensi millenial harus dioptimalkan. Jangan hanya menjadi pendengar setia tapi jadilah penggerak perubahan yang berperadaban, komitmen dan konsisten.” tutup Amar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*