SEBUAH SURAT TERBUKA UNTUK AAMIR KHAN, SHAHRUKH KHAN DAN SALMAN KHAN

ACCNews, Jakarta (11/01/19)-Anda telah berusia 53 tahun, tidak ada orang terkemuka yang benar-benar menjadi bintang top andalan seperti Anda, kecuali Dharmendra, dimana pada akhir karir memimpin puncak bintangnya pada tahun 1988, dan terbukti hingga kini. Yang lainnya paling-paling seperti Ashok Kumar, Amitabh Bachchan dan beberapa lainnya, yang telah menjadi bintang dengan karakter kelas berat protagonis kebanyakan.

Dalam hal itu, Anda bertiga dan dalam waktu sekarang ini, bahkan Akshay Kumar dan Ajay Devgn sangat beruntung, dan karenanya sangat penting bahwa keberuntungan ini dan keberhasilan yang dihasilkan tidak dapat diterima begitu saja. 2018 sangat tidak menyenangkan bagi Anda bertiga semua. Baik itu pada saat rilis selama momen hari raya Idul Fitri, dimana Salman Khan dengan filmnya Race 3 jatuh tidak sesuai harapan, meski balik modal tapi menjadi kegagalan bagi beberapa pihak. Sementara pada momen hari raya Diwali, Aamir Khan telah jatuh dengan filmnya Thugs of Hindostan. Dan di minggu-minggu menjelang hari raya Natal, Shahrukh Khan dengan filmnya Zero adalah harapan terakhir yang secara meyakinkan juga telah ditolak berbagai pihak.

Di sisi lain, pada bulan Januari 2018, film Padmaavat, yang diunggulkan oleh pahlawan wanita, Deepika Padukone telah melewati tanda batas Rs 300 crore. Dan pertengahan tahun melihat Ranbir Kapoor bermain sebagai aktor Sanjay Dutt dalam film biopiknya, Sanju yang juga melewati tanda batas Rs 300 crore. Oleh karena itu hari ini, Rs 300 crore bukan lagi milik 3 Khan.

Konten pada sebuah film adalah tentang apapun yang terhubung dengan keminatan masyarakat India. Naskah film dan sutradara adalah konten yang paling utama, setelah itu baru diikuti siapa pemeran-pemerannya. Dan itu dibuktikan oleh blockbuster terbaru Bollywood, Simmba dibintangi Ranveer Singh. Apa yang menjadikan Simmba menjadi pemenang di penghujung tahun adalah sutradara Rohit Shetty dan fokus penuh pada jalan cerita film untuk disampaikan kepada masyarakat. Dan dalam prosesnya mereka telah membentuk penerus terbaik untuk menjadi bintang super dari generasi ini, siapa lagi kalau bukan Ranveer Singh.

Kami tidak akan terkejut sama sekali melihat 2018 menjadi tahun pertama untuk Ranveer mendapatkan dua film hit nya lewat Padmaavat dan Simmba yang setidaknya tembus Rs 200 crore lebih. Ranveer benar-benar membentuk dirinya sesuai dengan visi sutradara. Ini juga menegaskan kembali pelajaran yang sangat vital jika bintang sebenarnya adalah tidak begitu penting dalam sebuah film, tetapi konten seperti dalam cerita dan naskah, pengarahan dan pengeditan selalu menjadi peranan. Seperti contoh dalam kasus film-film seperti Qayamat Se Qayamat Tak, Maine Pyar Kiya dan Deewana yang membuat Anda semua 3 Khan memerintah selama usia muda.

Seperti yang Amitabh Bachchan selalu akui dalam catatan, pemerintahan seorang aktor selalu bermacam-macam berkat pembuat film berbakat yang penuh keyakinan. Subjek film, penulis naskah/dialog, komposer musik, dan pemeran yang mereka pilih, memastikan bahwa semuanya bersatu diproyeksikan secara maksimum. Bukan hanya memanfaatkan bakat seorang pemeran, tetapi juga bakat untuk memberikan hit dan super hit untuk filmnya. Ya, peran seorang bintang adalah untuk mengurangi hasil penolakan dalam kegagalan serta meningkatkannya berlipat ganda untuk film yang beresonansi dengan penonton. Dan baik Aamir, Shahrukh atau Salman, ketiganya selalu melakukannya lebih baik daripada siapa pun.

Namun, saat ekonomi meningkat pesat, mungkin produser akan memasang film-film dengan anggaran secara besar-besaran hanya dengan 3 Khan saja dan tidak dengan bintang lain. Ini karena bahkan jika film tersebut menjadi buruk dan gagal mereka telah dijamin. Jika pendapatan box office sebuah film di hari pembukaan dan total minggu pertama tayang bagus, dan filmnya bagus, maka akan dijamin bagus pula untuk bisnis yang spektakuler. Dan jelas, jika anggarannya tidak proporsional, hasil kegagalan mereka bisa pecah dimana mana dengan kekacauan pada investasi. Namun, 3 Khan tetap menjadi yang paling atas yang tidak dapat disangkal, bahkan jika akhir-akhir ini, Akshay Kumar dan Ajay Devgn memiliki rekor terbaik yang lebih baik dalam hal hit dan flop nya film. Dan itulah intinya, semua penggemar 3 Khan masih tergila-gila pada idoalnya, seperti setidaknya tiga generasi sebelum mereka.

Jika film mereka gagal akhir-akhir ini, poin kecil tapi sangat vital adalah 3 Khan masih mendapat dukungan musik yang hebat untuk film-film mereka beberapa tahun yang lalu. Mengapa oh mengapa kalian 3 Khan sekarang mengikuti tren mengerikan dari peniadaan pentingnya lagu-lagu hebat dan masuk untuk item trendi dan sementara? ‘Papa Kehte Hain’ atau ‘Jaane Kyoon Log Pyar Karte Hain’, ‘Dil Deewana’ atau ‘Jag Ghoomeya’ dan ‘Baazigar O Baazigar’ atau ‘Main Koi Aisa Geet Gaooon’ memberikan kesaksian yang agung tentang peran musik hebat dalam popularitas 3 Khan. Karena itu, dalam posisi mereka, para pembuat film tertentu harus memproyeksikan pasar mereka, bahkan film yang di bawah standar sekalipun.

Tubelight, Thugs of Hindostan, Race 3, Jab Harry Met Sejal, Raees, Fan dan Zero bukan hanya tragedi buruk di box-office, tetapi skrip dan eksekusi film-film diatas sangat pendek. Mungkin peran 3 Khan saat ini seperti yang diriwayatkan oleh skrip saja, membujuk mereka sendiri untuk tidak melihat gambaran yang lebih besar dari sebuah proyek film, sehingga mereka tidak bisa mengukur mediokritas dan kemenangan mereka, kreatif maupun komersial. Kecuali Aamir Khan, sebagian besar adalah co-produksi dia sendiri, jadi Aamir benar-benar berinvestasi di dalamnya juga.

Mulai hari ini, permintaan kami dari hati yang yang tulus untuk Aamir Khan, Shahrukh Khan dan Salman Khan dimana bangsa ini akan setuju ketika Anda mulai dari awal lagi. Kalian bertiga memiliki pendukung yang tidak biasa, mereka terpesona oleh Anda, dan hanya suara pendukung Anda lah yang dapat diandalkan dan jujur ​​yang akan memandu semua orang untuk Anda dalam pilihan film Anda di masa depan dan mencegah superstar yang begitu teliti dari memudarnya waktu atau bahkan menjadi rapuh karena usia.

Nama-nama seperti Dev Anand dan Rajesh Khanna muncul dari buku-buku sejarah film. Bagaimanapun, seperti Anda, Shahrukh, baru-baru ini mengatakan, “Setiap film yang bagus adalah tonggak sejarah bagi saya, dan tidak ada kelangkaan dari keinginan saya untuk melakukan hal-hal baru dalam format bioskop komersial. Saya bahkan tidak tahu apakah saya punya waktu atau ketenaran untuk melakukannya”. Dan itu, kami yakin, berlaku pula untuk dua lainnya, Aamir Khan dan Salman Khan. Apalagi setelah bagaimana hasil 2018 terbentuk. Inilah yang Anda harapkan dari supremasi selama bertahun-tahun. (Group FB KBI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*